JATIMPOS.COBONDOWOSO. Pemerintah Kabupaten Bondowoso mendorong Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) tidak sekadar menjadi layanan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat. Lebih dari itu, program tersebut diharapkan menjadi pintu masuk untuk membangun kesadaran masyarakat agar menerapkan pola hidup sehat dan melakukan pencegahan penyakit sejak dini.
Hal tersebut disampaikan Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid dalam Rapat Koordinasi dan Advokasi Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) di Ruang Sabha Bina Praja Kantor Bupati Bondowoso, Selasa (28/7/2026).
Menurut Abdul Hamid, PKG menyasar seluruh masyarakat. Karena itu, pelaksanaannya membutuhkan sinergi dan partisipasi berbagai pihak agar manfaat program dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat di seluruh wilayah Bondowoso.
" Kita berkoordinasi ini supaya PKG ini terlaksana lebih sinergis, masif, dan partisipatif," katanya.
Ia berharap PKG tidak membuat masyarakat hanya berfokus pada aspek kuratif atau pengobatan ketika sudah mengalami sakit. Sebaliknya, masyarakat perlu didorong untuk mulai memahami pentingnya menjaga kesehatan sebelum penyakit muncul.
" Ujungnya kita berharap masyarakat Bondowoso itu bukan hanya sekadar bertumpu pada pengobatan di dalam kesehatan, aspek kuratif, penyembuhan, tetapi pencegahan," ujarnya.
Menurut dia, pemeriksaan kesehatan gratis dapat menjadi momentum untuk mendorong masyarakat melakukan langkah-langkah preventif. Dengan mengetahui kondisi kesehatan lebih awal, masyarakat diharapkan dapat melakukan perubahan pola hidup sebelum mengalami gangguan kesehatan yang lebih serius.
Selain pencegahan, Dirinya juga menekankan pentingnya upaya promotif. Masyarakat diharapkan memiliki kesadaran mengenai kesehatan, pola hidup sehat, pemenuhan gizi, serta berbagai kebiasaan baik lainnya yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, pola hidup sehat tidak hanya dilakukan ketika seseorang telah mengalami sakit. Namun, kebiasaan tersebut diharapkan tumbuh menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat secara sadar dan berkelanjutan.
"Kita berharap dengan begitu ketangguhan dasar masyarakat di dalam bidang kesehatan itu dapat dilaksanakan oleh masyarakat dengan partisipatif, sadar sepenuhnya, karena mereka memahami kebutuhan dan pola hidup yang dibutuhkan dalam bidang kesehatan," kata Abdul Hamid.
Untuk memperluas jangkauan layanan, Pemkab Bondowoso juga menerapkan strategi jemput bola, terutama untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat yang berada jauh dari pusat pelayanan kesehatan.
Abdul Hamid mengatakan, petugas PKG dapat hadir dalam berbagai kegiatan masyarakat, baik formal maupun nonformal. Dengan pola tersebut, masyarakat tidak selalu harus menunggu datang ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan.
"Selama ini pola jemput bola juga dilakukan. Jadi dalam kegiatan-kegiatan masyarakat, kemudian di dalam acara-acara, baik acara formal maupun nonformal, itu petugas kita, tim kita dari pemeriksaan kesehatan gratis jemput bola datang ke sana," ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso Moh. Jasin mengatakan, koordinasi dan advokasi tersebut dilakukan untuk membangun komitmen bersama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya hidup sehat serta pola hidup bersih dan sehat.
Ia mengatakan, hingga Juli 2026, sebanyak 166.000 warga telah mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis dari target 365.000 orang atau sekitar 45,53 persen. Dinas Kesehatan masih memiliki sasaran sekitar 200.000 warga yang diharapkan dapat terlayani dalam lima bulan tersisa.
Ia mengajak masyarakat memanfaatkan layanan PKG dengan datang langsung ke puskesmas, puskesmas pembantu, maupun posyandu. Masyarakat juga dapat mengajukan layanan jemput bola apabila memiliki kegiatan yang melibatkan banyak warga, seperti pengajian, kegiatan sosial, lomba, maupun kegiatan masyarakat lainnya.
" Kalau ada masyarakat mengumpulkan massa, ada kegiatan-kegiatan pengajian, kegiatan sosial, lomba-lomba seperti itu, kita bisa diundang. Teman-teman kepala puskesmas bisa dilapori atau diajukan permohonannya kepada kami, kita akan layani," kata Jasin.
Ia menambahkan, masyarakat juga dapat menginisiasi pelaksanaan PKG secara mandiri di lingkungan masing-masing.
" Dengan berbagai pendekatan tersebut, Kita berharap semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan PKG sekaligus menjadikan pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat Bondowoso yang sehat, tangguh, dan berdaya saing, " Pungkasnya. (Eko)