JATIMPOS.CO, KABUPATEN JEMBER – Jelang launching Program Homecare dari Pemerintah Kabupaten Jember, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jember mulai memperkuat layanan tersebut sebagai layanan kesehatan berbasis kunjungan rumah. Program ini diprioritaskan bagi masyarakat yang mengalami keterbatasan untuk mengakses fasilitas pelayanan kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jember Zamroni mengatakan Homecare merupakan upaya mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat, terutama kelompok rentan yang terkendala faktor fisik, geografis, maupun sosial ekonomi.
"Melalui Homecare, kita membalik paradigma pelayanan. Bukan lagi masyarakat yang kesulitan mendatangi fasilitas kesehatan, melainkan tenaga medis yang aktif turun ke lapangan menemui pasien," kata Zamroni dalam keterangannya, Minggu (19/07/2026).
Menurutnya, untuk memastikan layanan tepat sasaran, Dinkes telah menetapkan lima kelompok prioritas penerima layanan Homecare. Kelompok pertama adalah lanjut usia (lansia) berisiko tinggi, terutama mereka yang hidup sendiri atau memiliki keterbatasan fisik sehingga memerlukan pemantauan kesehatan secara berkala.
Prioritas berikutnya ialah penderita penyakit kronis dan degeneratif, seperti stroke, diabetes melitus dengan komplikasi, hipertensi berat, dan penyakit jantung. Melalui kunjungan ke rumah, tenaga kesehatan dapat memantau kondisi pasien sekaligus memastikan kepatuhan terhadap pengobatan.
Layanan Homecare juga ditujukan bagi pasien pasca-rawat inap yang masih memerlukan perawatan lanjutan, seperti penggantian perban, perawatan kateter, maupun fisioterapi ringan di rumah. Selain itu, program menyasar penyandang disabilitas berat yang mengalami keterbatasan mobilitas sehingga sulit mengakses puskesmas atau rumah sakit.
Kelompok terakhir adalah masyarakat rentan secara sosial dan ekonomi, yang sering kali menunda pengobatan karena terkendala biaya transportasi maupun tidak memiliki pendamping.
Program Homecare, yang menjadi salah satu program unggulan Bupati Jember Muhammad Fawait, dijalankan melalui seluruh jaringan puskesmas di Kabupaten Jember. Setiap tim Homecare terdiri atas tenaga kesehatan dari berbagai profesi, antara lain dokter, perawat, bidan, dan ahli gizi.
Selain memberikan pemeriksaan kesehatan, pengobatan dasar, dan tindakan medis, tim juga memberikan edukasi kepada anggota keluarga mengenai perawatan pasien, kebersihan lingkungan, serta pengaturan pola makan sesuai kondisi kesehatan.
Zamroni mengatakan keberhasilan program tersebut membutuhkan dukungan masyarakat dan pemerintah desa dalam melaporkan warga yang membutuhkan layanan.
"Jika ada tetangga atau keluarga yang memenuhi kriteria dan tidak bisa datang ke puskesmas, silakan laporkan kepada kader Posyandu, ketua RT/RW, atau perangkat desa. Tim puskesmas terdekat akan melakukan asesmen dan memberikan layanan," ujarnya.
Penguatan layanan Homecare diharapkan dapat meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi kelompok rentan sekaligus mendukung upaya peningkatan layanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Jember yang bisa berdampak terhadap peningkatan perekonomian di Kabupaten Jember. (Ari)