JATIMPOS.CO/PASURUAN – Gedung permanen Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Kota Pasuruan dipastikan siap digunakan untuk kegiatan belajar mengajar setelah progres pembangunannya mencapai lebih dari 95 persen.
Namun, menjelang operasional perdana yang diawali Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 31 Juli 2026, Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf meminta dukungan Pemerintah Kota Pasuruan untuk memenuhi kebutuhan operasional selama masa transisi.
Permintaan tersebut disampaikan Saifullah Yusuf usai meninjau langsung kompleks Sekolah Rakyat dalam agenda open house di Kota Pasuruan, Jumat (17/7/2026).
Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh sarana dan prasarana siap digunakan sebelum para siswa menempati gedung permanen.
"Kita lihat sarana prasarana yang ada di sini sudah lebih dari 95 persen. Insyaallah nanti mulai pembelajaran atau MPLS tanggal 31 Juli," ujar Menteri Sosial yang akrab disapa Gus Ipul.
Selain meninjau ruang belajar, Gus Ipul bersama rombongan juga mengecek asrama, kantin, serta sejumlah fasilitas penunjang lainnya. Ia turut berdialog dengan calon siswa yang akan menempati Sekolah Rakyat tersebut.
Menurut Gus Ipul, tantangan terbesar saat ini bukan lagi pembangunan fisik, melainkan proses perpindahan dari gedung sementara ke gedung permanen yang diperkirakan berlangsung selama tiga hingga enam bulan. Karena itu, Kementerian Sosial membutuhkan dukungan pemerintah daerah agar operasional sekolah tetap berjalan optimal pada tahap awal.
"Saya titipkan kepada Pak Wali Kota terkait dukungan operasional tahap awal. Kami membutuhkan backup untuk tenaga keamanan, petugas kebersihan, tenaga masak, hingga guru pembina selama masa MPLS," kata Gus Ipul.
Ia menegaskan, kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan tim penyelenggara menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan Sekolah Rakyat sebagaimana arahan Presiden Republik Indonesia.
Fasilitas di kompleks Sekolah Rakyat juga dinilai telah memadai. Selain ruang kelas dan asrama, kawasan tersebut dilengkapi lapangan basket, lapangan sepak bola, serta lintasan lari untuk mendukung pembelajaran sekaligus pembentukan karakter peserta didik melalui sistem pendidikan berasrama.
Sementara itu, Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo menyatakan Pemerintah Kota Pasuruan siap memberikan dukungan operasional selama masa transisi agar proses belajar mengajar dapat berjalan lancar sejak hari pertama.
"Kami siap berkolaborasi dan memberikan dukungan sesuai kewenangan daerah. Sekolah Rakyat merupakan program strategis untuk memperluas akses pendidikan, sehingga Pemerintah Kota Pasuruan akan mengupayakan kebutuhan operasional awal dapat terpenuhi melalui koordinasi dengan seluruh pihak terkait," ujar Adi Wibowo.
Menurut Adi, keberadaan gedung permanen Sekolah Rakyat di Kota Pasuruan diharapkan dapat memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, katanya, menjadi faktor penting agar program tersebut berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (shl)