JATIMPOS.COM, KABUPATEN JEMBER - Penantian panjang akhirnya terwujud. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kencong, Kabupaten Jember, resmi memiliki gedung baru yang diharapkan menjadi pusat aktivitas organisasi dan penguatan peran sosial keagamaan di wilayah selatan Jember, Minggu (31/05/2026).
Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Jember, dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat di wilayah Ansor Kencong, unsur Muspika dari lima kecamatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan anggota Banser, Fatayat, dan Muslimat.
Ketua Ansor Cabang Kencong, Agus Nur Yasin, dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa berdirinya gedung ini merupakan hasil perjuangan panjang seluruh kader Ansor sejak tahun 2020.
“Ini bukan sekadar gedung, tapi simbol perjuangan. Dengan semangat pantang menyerah, kami membuktikan bahwa Ansor mampu mandiri dan mewujudkan cita-cita memiliki kantor permanen,” ujar Agus.
Ia juga menceritakan bagaimana para kader muda Ansor secara gotong royong mengumpulkan dana hingga mampu membeli empat kapling lahan secara bertahap demi mewujudkan pembangunan gedung tersebut.
Dalam kesempatan itu, Agus turut mengenang dukungan Ansor Kencong terhadap Bupati Jember saat masih menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dan menjadi Dewan Penasehat Ansor. Dukungan tersebut, menurutnya, menjadi bentuk loyalitas organisasi terhadap kader terbaiknya.
Sementara itu, Bupati Jember, Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait, dalam pidatonya menekankan pentingnya menjaga marwah ulama dan pesantren. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh pihak-pihak yang mengaku sebagai tokoh agama tanpa latar belakang yang jelas.
“Jangan sampai ada yang mendiskreditkan pesantren dengan mengaku sebagai gus atau mendirikan pesantren tanpa dasar keilmuan yang benar. Ini berbahaya bagi persatuan bangsa,” tegasnya.
Gus Fawait juga mengajak seluruh kader Ansor dan masyarakat untuk menjaga etika dalam menyampaikan kritik, terutama terhadap pemimpin bangsa.
“Mengkritik itu boleh dalam demokrasi, tapi jangan menghina. Budaya kita adalah mengingatkan dengan baik, bukan menghujat apalagi menyerang simbol negara,” tambahnya.
Sebagai Dewan Penasehat Ansor, Gus Fawait juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung dan tidak melupakan peran Ansor dalam perjalanan politiknya.
Gedung baru ini akan menjadi pusat kegiatan organisasi sekaligus ruang kolaborasi dengan pemerintah. Dengan diresmikannya gedung tersebut, diharapkan eksistensi Ansor semakin kuat dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan, keagamaan, serta turut berkontribusi dalam pembangunan Kabupaten Jember. (Ari)