JATIMPOS.CO/BONDOWOSO. SPPG Kademangan 2 terus memperketat penerapan standar kebersihan dan keamanan pangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Seluruh relawan diwajibkan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap selama menjalankan aktivitas di dapur produksi.
Asisten lapangan (Aslap) SPPG Kademangan 2, Sekar Ayu Bulan Firdaus, mengatakan penggunaan APD menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kualitas makanan agar tetap higienis sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat.
" Dari awal memang sudah kita terapkan karena itu SOP. Relawan wajib memakai hairnet atau penutup rambut, masker, sarung tangan, apron, dan sandal khusus," kata Bulan sapaan akrabnya, Kamis (28/05/2026).
Menurutnya, perlengkapan kerja untuk relawan disediakan secara lengkap oleh pihak dapur. Penggunaan APD juga diterapkan tidak hanya saat proses memasak, tetapi hingga tahap distribusi makanan ke sekolah Maupun 3B (Bumil, Busui, dan Balita) penerima program MBG.
Bulan menjelaskan, pengawasan terhadap disiplin relawan dilakukan setiap hari melalui laporan masing-masing koordinator divisi. Seluruh relawan diwajibkan memastikan APD lengkap sebelum mulai bekerja.
" Setiap awal kerja kita lakukan dokumentasi foto untuk memastikan seluruh APD lengkap. Setelah itu aktivitas relawan juga dipantau melalui CCTV yang langsung terkoneksi ke BGN pusat," ujarnya.
Ia menyebut beberapa perlengkapan disesuaikan dengan kebutuhan kerja di lapangan. Relawan yang bertugas di bagian pencucian ompreng dan sterilisasi diwajibkan menggunakan sarung tangan khusus yang lebih tebal.
" Sarung tangan untuk bagian tertentu lebih panjang, apron memakai bahan plastik, dan relawan juga menggunakan sepatu boot khusus," ungkapnya.
Menurutnya, penggunaan APD merupakan aturan wajib yang tidak dapat diabaikan karena berkaitan langsung dengan standar kebersihan dapur MBG.
Hingga saat ini, pihaknya mengaku belum pernah menerima teguran dari Badan Gizi Nasional (BGN) terkait penerapan standar operasional prosedur maupun penggunaan APD di lingkungan dapur.
Meski begitu, pada awal penerapan aturan sempat ada sejumlah relawan yang mengeluhkan penggunaan masker dan sarung tangan karena dianggap panas dan membuat pengap saat bekerja.
" Awalnya memang banyak relawan yang masih menyesuaikan diri karena merasa panas dan pengap. Tapi setelah berjalan mereka sudah terbiasa," katanya.
Bulan menambahkan, seluruh relawan juga dilarang menggunakan telepon genggam saat bekerja dan diwajibkan mencuci tangan sebelum mengenakan APD demi menjaga kebersihan makanan yang diproduksi setiap hari. (Eko)