JATIMPOS.CO/BONDOWOSO. Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) menggelar parade kebaya nasional dalam rangka memperingati Hari Kartini 2026. Kegiatan ini menjadi bentuk penghormatan terhadap perjuangan R.A. Kartini sekaligus upaya melestarikan budaya bangsa.

Parade kebaya tersebut diikuti oleh seluruh anggota DWP Disnakan dengan penuh antusias. Beragam model kebaya ditampilkan, mulai dari kebaya klasik hingga kreasi modern yang tetap mempertahankan nilai tradisional.

Ketua DWP Disnakan, Ny. Nunung Hendri Widotono, menegaskan bahwa kebaya bukan sekadar busana. Ia menyebut kebaya sebagai simbol identitas perempuan Indonesia yang sarat makna.

" Kebaya bukan hanya pakaian tradisional, tetapi juga mencerminkan keanggunan, jati diri, dan kekuatan perempuan Indonesia," ujarnya di sela kegiatan, Kamis (23/04/2026). 

Menurut dia, melalui parade kebaya ini, para perempuan diajak untuk kembali mencintai budaya lokal di tengah arus modernisasi yang semakin pesat.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai tradisi sebagai bagian dari warisan budaya yang harus dilestarikan secara berkelanjutan.

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada aspek budaya, tetapi juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antaranggota DWP Disnakan. Interaksi yang terjalin diharapkan mampu memperkuat kebersamaan.

Selain parade, acara juga diisi dengan sesi foto bersama yang menambah semarak suasana peringatan Hari Kartini.

Para peserta tampak percaya diri mengenakan kebaya, menunjukkan bahwa busana tradisional tetap relevan dan dapat tampil elegan di berbagai kesempatan.

Ny. Nunung berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun. Menurutnya, konsistensi menjadi kunci dalam menjaga eksistensi budaya bangsa.

Melalui parade kebaya nasional ini, DWP Disnakan tidak hanya merayakan Hari Kartini, tetapi juga meneguhkan peran perempuan dalam menjaga tradisi, memperkuat solidaritas, serta menginspirasi generasi muda untuk mencintai budaya Indonesia.(Eko)