JATIMPOS.CO/BONDOWOSO. Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i, meninjau langsung jembatan alternatif di wilayah Sentong yang disiapkan sebagai akses sementara penghubung warga pasca ambruknya jembatan utama jalur Bondowoso–Jember.
Peninjauan tersebut dilakukan bersama Kepala BSBK Bondowoso, Kalaksa BPBD Bondowoso, serta camat setempat guna memastikan kesiapan infrastruktur sebelum digunakan masyarakat.
Dalam keterangannya, As’ad Yahya Syafi’i menyampaikan bahwa pembangunan jembatan alternatif ini merupakan respon atas aspirasi warga yang membutuhkan akses penghubung cepat dan aman.
" Alhamdulillah hari ini saya mengunjungi jembatan alternatif yang akan digunakan oleh warga. Ini juga merupakan permintaan langsung dari masyarakat," ujarnya. Selasa (21/04/2026).
Ia mengakui bahwa secara konstruksi, jembatan tersebut masih bersifat sederhana karena karena masih ada keterbatasan.
" Sebenarnya kita ingin membangun yang lebih kokoh, tetapi karena keterbatasan, maka saat ini masih apa adanya," jelasnya.
Meski demikian, antusiasme masyarakat terhadap keberadaan jembatan alternatif ini cukup tinggi dan disambut dengan penuh rasa syukur.
" Masya Allah, masyarakat sangat antusias. Mereka sudah cukup senang dengan adanya jembatan ini," tambahnya.
Wakil Bupati juga mengungkapkan rencana tindak lanjut berupa survei lanjutan untuk memperbaiki kondisi lingkungan sekitar jembatan.
" Insya Allah hari Jumat kita akan lakukan survei lagi, agar kawasan ini bisa lebih asri. Saat ini masih ada sampah-sampah yang perlu dibersihkan," katanya.
Terkait operasional, jembatan alternatif tersebut direncanakan mulai difungsikan dalam waktu dekat setelah proses peninjauan dan pembersihan selesai dilakukan.
" Insya Allah mungkin setelah hari Jumat sudah bisa digunakan," ujarnya.
Jembatan ini diprioritaskan untuk pejalan kaki guna menjaga keamanan serta ketahanan konstruksi selama masa penggunaan.
" Iya, ini khusus pejalan kaki. Untuk sepeda sebenarnya bisa, tetapi kita batasi hanya pejalan kaki saja agar jembatan tetap awet," jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pembangunan jembatan utama masih berlangsung dan ditargetkan rampung pada November 2026, sehingga keberadaan jembatan alternatif perlu dijaga bersama.
" Karena pembangunan jembatan utama masih sampai November 2026, maka kita harus merawat jembatan ini bersama-sama demi kepentingan masyarakat," pungkasnya.(Eko)
