JATIMPOS.CO/KOTA PASURUAN — Pemerintah Kota Pasuruan menggandeng sektor swasta dalam penanganan stunting dengan menyasar 250 balita di Kecamatan Panggungrejo melalui kegiatan penyuluhan, bantuan sosial, dan pemantauan tumbuh kembang, Kamis (16/4/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di pendopo Kecamatan Panggungrejo ini merupakan kolaborasi dengan PT Indomarco Prismatama melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Agenda diawali senam bersama kader posyandu, dilanjutkan pembagian paket sembako kepada balita, penyerahan alat kesehatan, serta pemeriksaan langsung kondisi anak oleh tenaga kesehatan.
Wali Kota Pasuruan H. Adi Wibowo menegaskan keterlibatan swasta menjadi bagian penting dalam percepatan penanganan stunting.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi dengan swasta memperkuat intervensi di lapangan,” ujar Adi Wibowo.
Menurutnya, dukungan melalui program CSR mampu memperluas jangkauan layanan sekaligus meningkatkan kualitas penanganan bagi kelompok rentan, khususnya balita.
Ia juga menyebut posyandu kini dikembangkan sebagai layanan terpadu yang menjangkau seluruh siklus usia, tidak hanya balita, tetapi juga remaja hingga lansia.
“Pendekatan ini penting agar pencegahan stunting dilakukan secara berkelanjutan,” katanya.
Adi menambahkan, peran keluarga tetap menjadi faktor utama dalam mencegah stunting, terutama dalam pemenuhan gizi dan pola asuh anak sejak dini.
“Gizi yang baik dan pola asuh yang tepat sangat menentukan tumbuh kembang anak,” tuturnya.
Pemkot Pasuruan menargetkan penurunan angka stunting dari sekitar 21 persen menjadi 5 persen dalam beberapa tahun ke depan melalui penguatan sinergi lintas sektor.
Sementara itu, kader posyandu Siti Zulaikha menilai kegiatan tersebut meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak.
“Orang tua jadi lebih peduli karena ada pendampingan langsung,” ujarnya. (shl)
