JATIMPOS.CO/KABUPATEN PASURUAN – Ratusan warga memadati lokasi pasar murah yang digelar saat penutupan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Tahun Anggaran 2026 oleh Kodim 0819/Pasuruan di Lapangan Desa Wonosari, Kabupaten Pasuruan, Rabu (11/3/2026).

Sejak pagi, masyarakat terlihat antre untuk mendapatkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dibandingkan pasaran.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan kegiatan pasar murah menjadi langkah nyata membantu masyarakat memperoleh sembako dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga di tengah kondisi ekonomi masyarakat.

“Program seperti ini penting karena masyarakat bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih murah. Selain membantu warga, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas harga di pasar,” ujar Emil kepada wartawan di lokasi kegiatan.

Pasar murah tersebut menyediakan berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan sejumlah bahan dapur lainnya yang paling banyak diburu warga.

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menilai program TMMD tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik di desa, tetapi juga memberi dampak sosial langsung bagi masyarakat. Ia mengapresiasi keterlibatan TNI yang turut menghadirkan kegiatan sosial dalam rangkaian program tersebut.

“TMMD menjadi bukti sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Tidak hanya pembangunan infrastruktur, tetapi juga kegiatan sosial seperti pasar murah yang manfaatnya langsung dirasakan warga,” kata Rusdi.

Sementara itu, Pangdam V/Brawijaya Rudy Saladin menegaskan TMMD merupakan program strategis TNI untuk memperkuat kemanunggalan dengan rakyat sekaligus mendorong percepatan pembangunan desa.

“Melalui TMMD kami ingin hadir di tengah masyarakat. Tidak hanya membangun fasilitas desa, tetapi juga membantu kebutuhan warga, salah satunya melalui kegiatan pasar murah,” ujar Rudy.

Antusiasme masyarakat terlihat dari antrean panjang di sejumlah stan sembako. Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membeli kebutuhan rumah tangga dengan harga lebih ringan.

Salah satu warga, Badriah (45), mengaku terbantu dengan adanya kegiatan pasar murah tersebut. Menurutnya, harga beras dan minyak goreng yang dijual jauh lebih murah dibandingkan di pasar.

“Alhamdulillah sangat membantu. Harga di sini lebih murah dari pasar, jadi kami bisa membeli lebih banyak kebutuhan,” ucapnya.

Hal serupa disampaikan Agus Hariadi (37) yang datang bersama keluarganya. Ia berharap kegiatan pasar murah seperti ini dapat digelar lebih sering karena sangat meringankan pengeluaran warga.

“Kalau ada pasar murah begini warga pasti senang. Semoga ke depan bisa sering diadakan,” katanya.

Program TMMD ke-127 sendiri berlangsung selama satu bulan dengan berbagai kegiatan pembangunan fisik dan nonfisik di desa. Penutupan program ini menjadi penanda berakhirnya rangkaian kegiatan sekaligus mempertegas sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan desa serta meningkatkan kesejahteraan warga. (shl)