JATIMPOS.CO/TRENGGALEK - Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin berterima kasih kepada Presiden Prabowo dan Panglima TNI. Pasalnya pembangunan jembatan gantung yang disebut jembatan Garuda menjadi akses vital masyarakat di Dusun Gendingan, Desa Prigi, Kecamatan Watulimo menjawab persoalan masyarakatnya.
Ia mengatakan manfaat jembatan garuda memudahkan anak sekolah untuk berangkat sekolah. Demikian juga warga pekerja pengepakan ikan tidak lagi memutar jauh lewat jalan makam umum setempat di malam hari.
Dijelaskan pula bahwa Jembatan Garuda sendiri merupakan program pembangunan jembatan gantung atau perintis bantuan dari Presiden RI, Prabowo Subianto melalui Kementrian Pertahanan dan TNI AD untuk mempercepat konektivitas antar wilayah di daerah dengan akses terbatas. Jembatan ini berfokus mempermudah akses pendidikan, pertanian, dan ekonomi warga desa dengan gotong royong TNI-masyarakat.
Dari 200 Jembatan Garuda yang diresmikan saat itu, Kabupaten Trenggalek mendapatkan dua jembatan. Yakni di Desa Prigi, Kecamatan Watulimo dan jembatan Desa Tegaren Kecamatan Tugu.
"Terima kasih Pak Prabowo, Pak Panglima, telah membangun Jembatan Garuda di Trenggalek. Jembatan ini jalur vital," ujar Mas Ipin.
Sementara itu Jamal, Ketua Rukun Tetangga, Dukuh Pacar, Dusun Gendingan Desa Prigi, Kecamatan Watulimo menyambut baik pembangunan jembatan gantung oleh TNI AD di wilayahnya itu.
"Secara pribadi dan juga masyarakat sekitar, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mewujudkan jembatan di tempat kami," kata Jamal.
Peluncuran 200 Jembatan Garuda di seluruh wilayah tanah air tahun 2026 ini terhubung langsung melalui Zoom Meeting bersama Presiden RI, Prabowo Subianto. Turut hadir dalam peluncuran Jembatan Garuda itu, selain Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin juga hadir Komandan Kodim 0806 Trenggalek Letkol Inf Isnanto Roy Saputro, jajaran Forkopimcam Watulimo dan segenap warga sekitar. (Ard)
