JATIMPOS.CO/PASURUAN -  Suasana khusyuk menyelimuti peringatan malam Nuzulul Qur’an di Masjid Khas Kota Pasuruan, Jumat (6/3/2026) malam. Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo bersama Wakil Wali Kota dan jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) turut hadir mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Adi Wibowo yang akrab disapa Mas Adi mengajak para hadirin menjadikan peringatan turunnya Al-Qur’an sebagai momentum memperbaiki diri di bulan suci Ramadan.

“Alhamdulillah malam ini kita bisa sampai pada malam ke-17 Ramadan yang dikenal sebagai malam Nuzulul Qur’an. Bagi kita, ini bukan sekadar peringatan sejarah, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melakukan introspeksi diri,” ujar Mas Adi di hadapan para jamaah.

Menurutnya, Al-Qur’an tidak hanya cukup dibaca, tetapi juga perlu dipahami maknanya agar dapat menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Ia menilai nilai-nilai yang terkandung dalam kitab suci tersebut penting dijadikan pegangan, terutama bagi ASN yang menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Mas Adi juga mengingatkan pentingnya rasa syukur karena masyarakat Kota Pasuruan masih dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang.

“Kita patut bersyukur karena di Kota Pasuruan Ramadan bisa dijalani dengan khusyuk dan aman. Sementara itu ada saudara-saudara kita di Palestina maupun Iran yang tidak merasakan kondisi yang sama,” katanya.

Ia berharap rasa syukur tersebut diwujudkan melalui peningkatan kualitas ibadah sekaligus etos kerja para aparatur pemerintah.

Mas Adi menambahkan, di tengah berbagai tantangan yang dihadapi dalam menjalankan tugas, ASN tetap harus menjaga semangat pengabdian.

"ASN yang hadir malam ini harus banyak bersyukur. Meski kita menghadapi berbagai tanggung jawab, masih banyak saudara kita yang kondisinya jauh lebih berat,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Pasuruan, H Nawawi, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menilai peringatan Nuzulul Qur’an menjadi pengingat penting bagi aparatur pemerintah agar semakin memperkuat nilai spiritual dalam menjalankan tugas.

Menurutnya, Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk memperbaiki diri sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Momentum Ramadan ini mengingatkan kita agar tidak hanya meningkatkan ibadah, tetapi juga memperbaiki kinerja dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.(shl)