JATIMPOS.CO/KOTA PASURUAN- Nama dr Soedarsono terpampang di salah satu sudut Pasuruan, akrab di telinga warga, namun kisah pengabdiannya perlahan memudar dari ingatan kolektif. Tak banyak yang benar-benar mengetahui siapa sosok di balik nama tersebut dan apa yang telah ia berikan untuk daerah ini.
Pegiat sejarah Pasuruan, Much Fatkhul Arifin, menilai kondisi itu sebagai tanda bahwa literasi sejarah lokal masih perlu diperkuat. Ia menyebut, generasi muda lebih sering mengenal nama tokoh sebagai simbol, bukan sebagai cerita perjuangan yang utuh.
“Banyak yang tahu namanya, tetapi tidak memahami kiprah dan dedikasinya. Padahal beliau punya peran penting di masanya,” tutur Much, Selasa (3/3/2026).
Menurutnya, dr Soedarsono dikenal sebagai figur yang mengabdikan diri dalam pelayanan kesehatan sekaligus aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Namun, dokumentasi yang minim membuat jejak langkahnya jarang dibahas di ruang publik.
Much mengatakan, sudah saatnya sejarah lokal diangkat kembali melalui diskusi, penulisan, maupun edukasi di sekolah. Ia berharap ada upaya bersama untuk merawat memori tentang tokoh-tokoh daerah.
“Kalau kisahnya tidak diceritakan ulang, lama-lama hanya tinggal nama tanpa makna,” ujarnya.
Upaya menghidupkan kembali cerita tentang dr Soedarsono dinilai bukan sekadar mengenang masa lalu, melainkan juga menanamkan nilai pengabdian dan kepedulian sosial bagi generasi Pasuruan hari ini. (shl)
