JATIMPOS.CO/TULUNGAGUNG – Puskesmas Karangrejo, Kabupaten Tulungagung, melaksanakan kegiatan pembinaan Asuhan Mandiri Tanaman Obat Keluarga (Asman TOGA) dan keterampilan akupresur, baik di dalam maupun di luar gedung puskesmas.
Kegiatan pembinaan tersebut dilaksanakan secara bertahap dengan memberikan pemahaman mengenai pemanfaatan tanaman obat keluarga serta keterampilan pemijatan pada titik-titik tertentu atau akupresur, Rabu (27/08/2026).
Kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai upaya menjaga kesehatan secara mandiri melalui pemanfaatan tanaman obat keluarga dan keterampilan akupresur.
Kegiatan diikuti Kelompok Asman TOGA dan Keterampilan Akupresur, kader kesehatan, kelompok Asman, perangkat desa, serta warga masyarakat. Peserta tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut.
Plt Kepala Puskesmas Karangrejo, dr. Nurma Indah Pratiwi, melalui Penanggung Jawab Program Hatra, Yusri Astutik, menyampaikan kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta mengenai Asman TOGA dan akupresur.
Peserta juga diberikan pemahaman serta praktik teknik dasar akupresur yang dapat diterapkan sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan dan membantu mengatasi keluhan ringan.
Selain itu, kegiatan tersebut juga dilakukan dalam rangka mengoptimalkan pelayanan kesehatan tradisional di wilayah kerja Puskesmas Karangrejo maupun di posyandu setempat.
"Sasaran Asman TOGA dan akupresur ini adalah seluruh masyarakat berbagai usia, mulai dari ibu hamil, bayi dan balita, remaja, dewasa hingga lansia," ujarnya.
Pihaknya menambahkan, puskesmas memiliki peran dalam melakukan pembinaan kader, penyuluhan, serta pelatihan praktik pengolahan tanaman obat keluarga dan teknik dasar akupresur kepada masyarakat.
Menurutnya, pemanfaatan tanaman obat keluarga dapat menjadi salah satu upaya masyarakat dalam menjaga kesehatan dan membantu mengatasi keluhan ringan secara mandiri.
Selain manfaat bagi kesehatan, pemanfaatan tanaman obat keluarga juga dinilai memiliki potensi ekonomi, antara lain melalui pengembangan dan pemasaran produk olahan tanaman obat sesuai ketentuan yang berlaku.
"Pemanfaatan tanaman obat keluarga diharapkan dapat membantu masyarakat dalam menjaga kesehatan secara mandiri. Di sisi lain, juga terdapat potensi ekonomi apabila dikembangkan dan dikelola dengan baik," tandasnya. (san)