JATIMPOS.CO/KOTA MADIUN — Pemerintah Kota Madiun mendorong kawasan Masjid Kuncen, Kecamatan Taman, menjadi salah satu tujuan utama wisata religi sekaligus pusat pelestarian budaya. Komitmen tersebut disampaikan Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun saat menghadiri Malam Manggulan Grebeg Maulid di Masjid Kuncen, Senin (24/8/2026).

Dalam kesempatan itu, Bagus Panuntun mengapresiasi masyarakat dan Tim Gembrung yang turut memeriahkan rangkaian kegiatan. Menurut dia, kesenian Gembrung sebagai salah satu budaya khas Madiun perlu terus dilestarikan.

“Budaya Gembrung khas Madiun ini harus terus dilestarikan,” kata Bagus Panuntun.

Ia mengatakan, Grebeg Maulid kembali digelar karena memiliki potensi budaya yang besar, khususnya di kawasan Masjid Kuncen dan Masjid Taman. Pemerintah Kota Madiun, lanjut dia, berupaya mengembangkan kawasan tersebut sebagai bagian dari rute wisata religi.

Penguatan kawasan juga dilakukan melalui dukungan pembangunan. Tahun ini, anggaran untuk penataan kawasan makam dan lingkungan Masjid Kuncen telah disiapkan. Pekerjaan tersebut antara lain mencakup pembaruan akses jalan dan paving serta perluasan area makam untuk memberikan kenyamanan bagi para peziarah.

Bagus Panuntun juga meminta kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dan masyarakat Kuncen ikut mengembangkan potensi ekonomi lokal. Pemerintah, kata dia, akan menyiapkan fasilitas dan rute wisata, sementara masyarakat diharapkan mampu mengelola serta mengembangkan potensi yang ada.

Salah satu dukungan yang disiapkan adalah layanan bus wisata gratis dari Balai Kota atau PSC menuju kawasan Taman dan Kuncen.

“Pemerintah menyiapkan fasilitas dan rute wisatanya, namun warga dan lingkungan sekitar harus siap mengelola serta mengembangkan potensi yang ada,” ujarnya.

Rangkaian Grebeg Maulid kemudian dilanjutkan pada Selasa (25/8/2026) melalui Kirab Budaya Gunungan Jaler dan Estri. Kirab tersebut dijadwalkan bergerak dari Masjid Taman menuju Balai Kota hingga Alun-Alun Kota Madiun.

Bagus Panuntun mengatakan, pelaksanaan Grebeg Maulid tahun ini juga akan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan tahun berikutnya agar dapat dipersiapkan lebih matang dan dikembangkan dalam skala yang lebih besar. (jum).