JATIMPOS.CO/JOMBAG - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melaksanakan kunjungan Safari Ramadan ke Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur,  Kehadiran orang nomor satu di Kepolosian ini menegaskan pentingnya menjalin kerukunan dan kebersamaan dengan tokoh agama di bulan suci ramadhan  yang penuh berkah, Sabtu (14/3/2026).

Setibanya di kompleks pesantren, Jenderal Listyo Sigit yang didampingi oleh Kakorlantas Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, disambut hangat oleh para masyayikh. Langkah kaki Kapolri menuju Dalem Kasepuhan menjadi simbol penghormatan umara (pemimpin pemerintah) terhadap otoritas spiritual ulama di jantung pesantren tersebut.


Pertemuan yang berlangsung secara tertutup itu berjalan dalam suasana yang sangat cair dan penuh kekeluargaan. Silaturahmi ini dipandang bukan sekadar agenda formal kedinasan, melainkan upaya tulus untuk menyambung rasa dan frekuensi antara pihak kepolisian dengan keluarga besar santri.
Wakil Ketua Majelis Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Sholahul Am Notobuwono atau yang akrab disapa Gus Aam, menyatakan bahwa kunjungan ini merupakan bentuk tradisi baik.

Menurutnya, merawat silaturahmi di bulan Ramadan memiliki nilai pahala dan keberkahan yang berlipat ganda bagi stabilitas batin bangsa.


Gus Aam mengungkapkan bahwa dalam obrolan hangat tersebut, Kapolri secara khusus memohon doa restu dari para kiai pengasuh. Jenderal Listyo Sigit menyadari bahwa tugas menjaga keamanan negara yang begitu kompleks membutuhkan dukungan spiritual serta petuah bijak dari para ulama.


Kapolri menilai bahwa jalinan silaturahmi yang kokoh antara kepolisian dan pesantren adalah fondasi utama dalam menjaga kerukunan masyarakat. Dukungan moral dari pesantren diyakini mampu menjadi peredam di tengah berbagai dinamika sosial yang kian dinamis dan menantang.


Dalam diskusi tersebut, terungkap pula kekhawatiran mengenai kondisi geopolitik internasional yang saat ini sedang tidak menentu. Kapolri berharap melalui jalur silaturahmi ini, para ulama dapat ikut mendinginkan suasana dan menjaga persatuan umat agar tidak terpengaruh oleh gejolak global.


Sinergi antara ulama dan umara menjadi poin sentral yang dibicarakan dengan penuh khidmat. Kapolri meyakini bahwa jika komunikasi antara pemimpin dan guru bangsa terjalin baik, maka segala persoalan di tingkat akar rumput akan lebih mudah dicarikan solusinya secara damai.


“Beliau datang untuk bersilaturahmi secara tulus, meminta doa restu serta dukungan dari para ulama dan santri. Hal ini sangat penting untuk terus menjaga keamanan di tengah kondisi dunia yang sedang tidak baik-baik saja,” ungkap Gus Aam kepada awak media.


Silaturahmi ke Tambakberas memiliki arti strategis bagi Polri, mengingat pesantren ini memiliki sejarah panjang dalam perjuangan bangsa. Dengan jaringan alumni yang tersebar di seluruh pelosok negeri, pesan kedamaian dari para kiai diharapkan dapat tersampaikan secara masif ke masyarakat luas.
Jenderal Listyo Sigit juga menyampaikan apresiasinya atas keterbukaan pihak pesantren dalam menerima kunjungan ini.

Ia menegaskan bahwa pintu silaturahmi dengan tokoh agama akan selalu dibuka lebar sebagai jembatan komunikasi yang humanis bagi kepolisian.
Para pengasuh pesantren pun mengapresiasi kerendahan hati Kapolri yang bersedia menyambangi pesantren di tengah kesibukannya yang padat. Pertemuan ini membuktikan bahwa koordinasi keamanan akan berjalan lebih efektif jika didasari oleh hubungan emosional yang harmonis.


Kunjungan Safari Ramadan ini diakhiri dengan sesi ramah tamah yang memperlihatkan keakraban antara jajaran kepolisian dan pengurus pondok. Gestur hangat yang ditampilkan menunjukkan bahwa antara polisi dan santri memiliki visi yang sama dalam menjaga kedaulatan serta kenyamanan tanah air.


Pertemuan tersebut ditutup dengan doa bersama di Dalem Kasepuhan, memohon keselamatan bagi seluruh rakyat Indonesia. Melalui silaturahmi ini, Polri dan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas berkomitmen untuk terus berjalan beriringan dalam menjaga cahaya kedamaian di bumi nusantara. (her)