JATIMPOS.CO/KABUPATEN MADIUN - Pemerintah Kabupaten Madiun menerima bantuan program pembinaan jalan berupa aspal drum dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Bantuan tersebut disalurkan pada Kamis (12/3/2026) dan akan digunakan untuk mendukung perbaikan sejumlah ruas jalan kabupaten.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Madiun, Astutik Dyah Ningsih, mengatakan bantuan aspal diberikan secara bertahap. Hingga saat ini, aspal yang sudah diterima sebanyak 150 drum. “Untuk sementara baru datang sebanyak 150 drum,” kata Astutik, Jumat (13/3/2026).

Sebelumnya Pemkab Madiun mengusulkan bantuan sebanyak 500 drum aspal kepada Pemprov Jawa Timur. Namun, jumlah yang difasilitasi sebanyak 250 drum atau sekitar separuh dari usulan tersebut. Jumlah itu sama seperti bantuan yang diterima Kabupaten Madiun pada 2025.

Menurut Astutik, bantuan tersebut nantinya akan menjadi stok aspal milik DPUPR Kabupaten Madiun. Persediaan tersebut akan dimanfaatkan untuk pemeliharaan berbagai ruas jalan kabupaten sesuai kebutuhan.

“Bantuan itu akan masuk ke stok aspal milik DPUPR. Tidak ada penggunaan secara khusus di titik tertentu, yang terpenting digunakan untuk ruas jalan Kabupaten Madiun,” ujarnya.

Ia menambahkan, bantuan tersebut belum langsung digunakan karena stok aspal yang dimiliki DPUPR saat ini masih tersedia.

“Sementara ini karena masih ada stok aspal jadi belum kami manfaatkan. Misalkan stok kami sudah habis dan belum datang lagi, baru kami gunakan,” katanya.

Di sisi lain, DPUPR Kabupaten Madiun saat ini memprioritaskan pemeliharaan sejumlah ruas jalan yang berpotensi menjadi jalur mudik dan arus balik Lebaran. Beberapa titik yang menjadi perhatian antara lain jalan di perbatasan Kabupaten Ngawi, perbatasan Kota Madiun, serta perbatasan Kabupaten Magetan.

Selain itu, sejumlah ruas jalan lain juga masuk dalam daftar prioritas pemeliharaan, seperti Balerejo–Moneng, Sumberbening–Krapyak, Blabakan–Randu Alas, Dungus–Kare, Sangen–Sewulan, hingga Kaibon–Ngujur.

“Kami mendahulukan titik ramai karena untuk melancarkan lalu lintas saat Hari Raya Idul Fitri, khususnya jalur-jalur alternatif,” ujar Astutik.

Ia menegaskan penanganan jalan dilakukan berdasarkan skala prioritas. Hal itu bukan berarti pemerintah daerah mengabaikan ruas jalan di wilayah pelosok.

“Aspal ini butuh tenaga dan waktu. Mohon mengantre untuk wilayah-wilayah kecil. Kami tidak mengabaikan, cuma memang ada skala prioritasnya,” tuturnya. (jum).