JATIMPOS.CO/MOJOKERTO – Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di wilayah hutan dan pegunungan. Salah satunya melalui Pelatihan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur dalam Penanganan Keadaan Darurat dan Jungle Rescue, yang digelar di Royal Caravan Hotel, Trawas, Selasa (29/9/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto tersebut dibuka Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Rizal Octavian. Pelatihan ini menjadi sarana meningkatkan kemampuan personel agar lebih sigap dan profesional ketika menghadapi kondisi darurat, terutama di medan hutan dan pegunungan.
Dalam sambutannya, Muhammad Rizal mengatakan Kabupaten Mojokerto memiliki kekayaan alam berupa kawasan hutan dan pegunungan yang menjadi potensi wisata. Namun, di balik keindahan tersebut terdapat ancaman bencana yang harus diantisipasi.
Cuaca ekstrem, tanah longsor, hingga kejadian pendaki atau wisatawan tersesat menjadi sejumlah kondisi yang membutuhkan kemampuan penyelamatan secara khusus.
Menurutnya, kemampuan jungle rescue tidak lagi sekadar menjadi keterampilan tambahan. Keahlian tersebut harus menjadi bagian dari kapasitas utama bagi personel maupun pihak-pihak yang terlibat dalam penanganan kebencanaan.
“Pelatihan peningkatan kapasitas aparatur dalam penanganan keadaan darurat dan jungle rescue atau penyelamatan di medan hutan dan gunung bukanlah lagi sekadar keterampilan tambahan, tapi sebuah instrumen keahlian yang wajib dimiliki oleh semua pemangku kepentingan dalam penanganan bencana,” kata Muhammad Rizal.
Ia menegaskan, kesiapsiagaan aparatur dan relawan juga memiliki kaitan erat dengan pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Mojokerto.
Keberadaan personel BPBD dan Tim Reaksi Cepat (TRC) yang tanggap dan terampil, lanjutnya, menjadi salah satu faktor penting dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat maupun wisatawan yang beraktivitas di kawasan wisata alam.
“Citra pariwisata bukan sekadar keindahan alam, infrastruktur, tetapi bagaimana menjaga dan waspada akan potensi-potensi alam yang indah ini. Kalau kita meremehkan, ini bisa menjadi bencana,” ujarnya.
Muhammad Rizal menilai BPBD memiliki peran strategis dalam mengawal perkembangan wisata berbasis alam. Menurutnya, aspek keselamatan harus berjalan beriringan dengan upaya mengembangkan potensi wisata di Bumi Majapahit.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto Rinaldi Rizal Sabirin menegaskan pihaknya berkomitmen mendukung pengembangan potensi wisata alam sekaligus pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Ia menyebut seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Mojokerto memiliki peran dalam mendukung sektor pariwisata, termasuk BPBD melalui aspek keselamatan dan kesiapsiagaan bencana.
“Kami juga punya pola pikir di mana setiap OPD adalah Dinas Pariwisata, sehingga BPBD akan selalu komit untuk mendukung semua kegiatan yang bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Mojokerto, terutamanya sport tourism,” jelasnya.
Pelatihan tersebut diikuti sekitar 80 peserta. Mereka berasal dari unsur Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) atau TRC Kabupaten Mojokerto, pemadam kebakaran, perwakilan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), serta sejumlah mitra BPBD lainnya.
Melalui pelatihan ini, kemampuan personel diharapkan semakin terasah, khususnya dalam menghadapi situasi darurat yang terjadi di medan dengan karakteristik sulit seperti kawasan hutan dan pegunungan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan seruan “Salam Tangguh” dan pantun kebersamaan, sebelum dilanjutkan dengan foto bersama jajaran pejabat serta seluruh peserta pelatihan. (din)