JATIMPOS.CO/JOMBANG - Untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau selama bulan puasa Ramadhan, Bank Jatim Cabang Jombang menggandeng Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) mengadakan bazar sembako murah di halaman Disdikbud selama 2 hari ( mulai 5 hingga 6 Maret 2026).
Bazar tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Bazar UMKM Ramadhan Kareem yang bertujuan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh bahan pokok dengan harga di bawah pasaran, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri ketika harga kebutuhan biasanya mengalami kenaikan.
Selain bazar, kegiatan ini juga diramaikan dengan berbagai kompetisi untuk tingkat pelajar, di antaranya E-Sport Competition yang diikuti oleh siswa tingkat SMP/MTs sederajat, tanggal 5 Maret. Kemudian, Festival Al-Banjari yang diikuti oleh siswa SMA/SMK se-Kabupaten Jombang, tanggal 6 Maret.
Pimpinan Bank Jatim Cabang Jombang, Hanif Julhamsyah, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen Bank Jatim sebagai mitra daerah untuk mendukung program peningkatan kelas pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Jombang.
"Melalui bazar ramadan kareem, kami ingin para pelaku UMKM lokal bisa naik kelas, yang merupakan salah satu program dari pemerintah daerah Kabupaten Jombang,” ungkap Hanif, Kamis (5/3/2026).
Bazar diikuti sebanyak 24 stand UMKM lokal, sambung Hanif, dengan menjual berbagai olahan makanan, minuman, sembako, serta kerajinan.
"Masyarakat dapat membeli di lapak UMKM senilai minimal 10 ribu, pembayaran menggunakan QRIS Bank Jatim. Kemudian, dapat tebus murah paket sembako (beras 5kg, gula 1 kg dan minyak 1 liter) senilai 107 ribu menjadi 85 ribu," imbuhnya.
Melalui kegiatan ini, Ia berharap dapat memperluas jangkauan informasi mengenai produk dan layanan perbankan, khususnya kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di sektor pendidikan serta para siswa.
“Harapannya, masyarakat Jombang semakin mengenal Bank Jatim, terutama di kalangan ASN dan guru-guru. Selain itu, para murid juga mendapatkan edukasi sejak dini mengenai produk perbankan dan layanan keuangan,” pungkas Hanif. (her)
