JATIMPOS.CO/SURABAYA — Anggota Komisi D DPRD Jatim, Diana AV Sasa, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim tidak menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) ASN setiap hari Rabu secara pukul rata.

Sektor teknis dan operasional dinilai harus tetap bekerja dari kantor (Work From Office/WFO) demi menjaga layanan publik.

Ia menegaskan bahwa sektor seperti perhubungan dan pekerjaan umum memiliki karakteristik kerja lapangan yang tidak bisa digantikan dengan skema kerja jarak jauh.

“Sektor seperti perhubungan dan pekerjaan umum itu sifatnya operasional dan langsung bersentuhan dengan masyarakat,” ujar Diana Sasa, Kamis (26/3/2026).

Ia mengingatkan agar kebijakan efisiensi energi tidak berdampak pada penurunan kualitas pelayanan publik. Menurutnya, OPD teknis harus tetap menjalankan aktivitas secara penuh di lapangan.

“Untuk OPD yang sifatnya teknis dan operasional, tetap harus WFO penuh. WFH bisa diterapkan untuk fungsi administratif, tapi layanan publik tidak boleh terganggu,” tegasnya.

Diana merinci, instansi seperti Dinas Perhubungan (Dishub) yang mengelola arus lalu lintas dan terminal, serta Dinas PU Bina Marga dan PU Sumber Daya Air (SDA) yang menangani jalan, jembatan, dan drainase, membutuhkan kehadiran fisik personel secara konsisten.

Hal tersebut dinilai semakin krusial di tengah masa transisi musim hujan serta persiapan menghadapi puncak arus balik Lebaran, yang menuntut respons cepat di lapangan.

Untuk itu, Komisi D mendorong Pemprov Jatim melakukan pemetaan detail terhadap kategori pekerjaan yang dapat menerapkan WFH. Evaluasi berkala dinilai penting agar kebijakan efisiensi energi tetap berjalan tanpa mengorbankan responsivitas layanan publik.

“Kami mendorong agar kebijakan ini dievaluasi secara spesifik per sektor,” ujarnya.

Di sisi lain, kebijakan WFH setiap hari Rabu digulirkan Pemprov Jatim sebagai upaya efisiensi energi di tengah fluktuasi harga global. Berdasarkan kajian internal, rata-rata ASN menempuh jarak sekitar 28 kilometer per hari, sehingga pengurangan mobilitas diharapkan mampu menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) secara signifikan. (zen)