JATIMPOS.CO/SURABAYA — Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Suwandy Firdaus, menyerap sejumlah aspirasi warga saat menggelar reses di Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Jumat (13/02/2026).
Salah satu isu yang mengemuka ialah kekhawatiran masyarakat terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pascainsiden keracunan yang sempat menimpa pelajar.
Dalam pertemuan yang dihadiri tokoh masyarakat serta pegiat seni dan budaya setempat, warga menyampaikan kecemasan terkait aspek keamanan pangan dalam program tersebut. Peristiwa keracunan di Mojokerto dinilai perlu menjadi perhatian agar tidak terulang.
Menanggapi hal itu, Suwandy memastikan seluruh masukan akan diteruskan kepada pemerintah daerah sebagai bahan evaluasi.
“Keresahan ini menjadi perhatian serius. Program pemenuhan gizi untuk pelajar sangat baik, tetapi dalam pelaksanaannya harus benar-benar diawasi secara ketat agar tidak menimbulkan dampak yang merugikan,” ujar politisi Partai NasDem tersebut.
Ia menilai penguatan pengawasan perlu dilakukan, mulai dari standar keamanan bahan makanan, proses pengolahan di dapur penyedia, hingga mekanisme distribusi.
Menurutnya, langkah evaluasi menyeluruh penting agar pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan.
“Yang paling penting adalah anak-anak kita dapat belajar dengan senang, sehat, dan aman. Program pemenuhan gizi harus berjalan dengan baik sehingga kebutuhan nutrisi mereka terpenuhi tanpa menimbulkan risiko kesehatan,” tegasnya.
Selain isu MBG, agenda reses juga diisi dengan penyerahan bantuan apresiasi kepada sejumlah seniman dan pelaku seni di Mojokerto.
Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian seni dan budaya daerah.
Suwandy menambahkan, kontribusi para seniman berperan penting dalam menjaga identitas budaya lokal. Ia berharap dukungan itu dapat memotivasi pelaku seni untuk terus berkarya dan memberi manfaat bagi masyarakat. (zen)
