JATIMPOS.CO/TUBAN - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) Pabrik Tuban secara rutin menggelar program pengobatan gratis bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Langkah ini merupakan komitmen perusahaan dalam mewujudkan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di bidang kesehatan yang diperuntukkan bagi warga sekitar perusahaan.
Dalam pelaksanaannya, SIG menggandeng Tim dari Rumah Sakit Semen Gresik (RSSG) dan Puskesmas kecamatan setempat. Di periode kali ini (22 Juni sd 2 Juli 2026) program menyasar lima desa yang tersebar di dua kecamatan, yaitu di Kecamatan Merakurak meliputi Desa Tlogowaru, Desa Temandang, dan Desa Pongpongan. Sedangkan di Kecamatan Kerek dilaksanakan di Desa Sumberarum dan Desa Karanglo, seluruh kegiatannya dipusatkan di kantor desa setempat.
Dalam kesempatan tersebut Kepala Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek, Narto, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas konsistensi SIG dalam memperhatikan kesehatan warganya. Menurutnya, program ini menjadi suplemen berharga bagi fasilitas kesehatan yang sudah ada di desanya.
"Kami di Desa Sumberarum sangat jeli dengan isu kesehatan. Desa kami memiliki tiga Posyandu aktif, mulai dari Posyandu Balita, Remaja, hingga Lansia. Ditambah lagi dengan pengobatan gratis dari SIG ini, semakin lengkap layanan kesehatan di desanya dan hasilnya luar biasa, Desa Sumberarum kini berhasil mencapai status zero stunting," ujar Narto dengan bangganya, Selasa (1/7/2026).
Narto juga memuji sinergi yang terbangun erat antara pemerintahan desa dan SIG. Ia menilai perwakilan korporasi sangat responsif dalam mendengarkan aspirasi dan keluhan warga. "Setiap kali kami duduk bersama dan sharing masalah, SIG langsung mengambil langkah konkret. Tanpa harus kami minta jawabannya, mereka sudah menyiapkan solusinya. Sinergi semacam ini sangat luar biasa dan patut ditiru oleh desa-desa lain. SIG sejauh ini adalah mitra yang tepat untuk mencari solusi," imbuhnya seraya berharap frekuensi kegiatan ini bisa ditingkatkan dari tiga bulan sekali menjadi dua bulan sekali.
Apresiasi serupa datang dari Kepala Puskesmas Kecamatan Kerek, dr. Rika Triyana Sholakhudin. Ia memuji kepemimpinan Kades Sumberarum yang dinilai sangat konsen di bidang kesehatan, khususnya dalam menuntaskan isu kesehatan hasil Survei Mawas Diri (SMD) dan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD).
Terkait kontribusi perusahaan, dr. Rika mengakui dampak positif kehadiran SIG yang dirasakan langsung oleh lintas generasi. "Kegiatan pengobatan gratis dari SIG ini sudah berjalan cukup lama, bahkan sebelum saya bertugas di sini. Manfaatnya nyata sekali untuk warga," kata dr. Rika.
Selain memberikan penanganan medis dan obat-obatan secara cuma-cuma, tim medis di lapangan juga aktif memberikan edukasi mengenai pentingnya menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari, lanjutnya.
Rika juga menyambut baik adanya sosialisasi pengelolaan limbah B3 dalam rangkaian acara ini. Edukasi tersebut dinilai penting untuk memberikan ketenangan dan transparansi kepada masyarakat.
"Dengan sosialisasi ini, warga menjadi tahu dan memiliki wawasan baru bahwa SIG mengolah limbahnya dengan sangat aman. Limbah tersebut dikelola sedemikian rupa sehingga tidak berdampak buruk pada kesehatan warga, melainkan keberadaan industri ini justru dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi warga," jelasnya.
Sementara itu, Public Relation and CSR Management Officer SIG Pabrik Tuban, Luksono dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kolaborasi yang baik dari jajaran perangkat desa, tim medis dari Puskesmas Kerek, Klinik Semen Gresik, serta seluruh warga yang hadir.
“Dalam mewujudkan tanggung jawab sosial dan lingkungan sekitarnya, perusahaan telah menjalankan berbagai program yang meliputi pembangunan infrastruktur fisik, kegiatan sosial, kegiatan keagamaan maupun di kegiatan bidang kesehatan seperti pengobatan gratis ini,” ungkapnya.
Melalui layanan pengobatan gratis, perusahaan berharap warga tidak hanya datang untuk berobat, tetapi juga memanfaatkan kesempatan untuk berkonsultasi dan mendapatkan edukasi pola hidup sehat langsung dari tim medis, lanjutnya.
Di setiap lokasi kagiatan terdapat sekitar 100 orang pasien. Selama berlangsungnya pengobatan gratis, mayoritas yang memanfaatkan fasilitas ini adalah kelompok lanjut usia (lansia). Keluhan medis yang paling banyak ditemukan meliputi, pegal linu (masalah persendian/tulang), Influenza, dan tekanan darah tinggi (hipertensi), terang Luksono.
Berdampingan dengan kegiatan pengobatan gratis ini, disampaikan pula edukasi dalam memahami dampak dari limbah B3 oleh Manager of Proper & Environment Regulation, Agus Setyo Budi, misalnya yang berkaitan dengan aktivitas rumah tangga, seperti adanya barang bekas berupa baterai, aki, oli kendaraan, lampu TL (tube lamp/ lampu neon), kaleng aerosol, obat-obatan kedaluarsa, sisa cat, dan sebagainya agar mengetahui cara mengidentifikasi, memilah, serta mengelola limbah B3 skala rumah tangga tersebut secara aman dan tidak mencemari lingkungan sekitar. Selain itu di operasional perusahaan juga telah disampaikan penanganan yang sudah dilakukan dengan disesuaikan dengan standart penanganan limbah B3. (ril/min)