JATIMPOS.CO/JOMBANG - Sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan dampak kenaikan harga kebutuhan pokok. Pemerintah Kabupaten Jombang menyalurkan bantuan pangan kepada ratusan ribu warga. 

Program bantuan ini menyasar 207.858 penerima yang tersebar di 21 Kecamatan dan 306 desa. Setiap penerima memperoleh 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan. Untuk alokasi Februari dan Maret 2026, distribusi dilakukan sekaligus dalam satu tahap penyaluran.

Bupati Jombang, Warsubi, mengatakan bahwa bantuan pangan tersebut difokuskan untuk mengurangi tekanan pengeluaran rumah tangga, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah. “Bantuan ini diarahkan untuk meringankan beban kebutuhan harian warga, sekaligus menjadi langkah konkret pemerintah dalam menekan angka kemiskinan, mengatasi kerentanan pangan, serta menjaga stabilitas harga di tingkat daerah,” ujarnya, Sabtu (11/04/2026) di Balai Desa Purisemanding, Kecamatan Plandaan.

Menurutnya, akurasi data penerima menjadi kunci agar program berjalan efektif. Data penerima mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) dari Kementerian Sosial, sehingga diharapkan bantuan benar-benar diterima oleh kelompok yang membutuhkan. Pemerintah daerah juga meminta peran aktif aparatur di tingkat kecamatan hingga desa untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran.

“Pengawasan di lapangan perlu diperkuat agar proses penyaluran tetap tertib, tidak menimbulkan kendala, dan seluruh bantuan sampai kepada masyarakat yang berhak,” ucapnya.

Sementara itu, Pimpinan Perum BULOG Kantor Cabang Mojokerto, Muhammad Husin, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat dalam menjaga ketahanan pangan nasional. “Program ini dijalankan berdasarkan penugasan dari Badan Pangan Nasional, dengan prioritas menjaga ketersediaan dan akses pangan masyarakat di tengah dinamika ekonomi,” ujarnya.

Masih kata Muhammad Husin, penyaluran bantuan untuk awal tahun disesuaikan dengan kebijakan anggaran pemerintah pusat. “Distribusi saat ini mencakup alokasi Februari dan Maret, sebagai bagian dari penyesuaian program yang dilakukan pemerintah secara bertahap,” sambungnya.

Ia juga menekankan bahwa program ini merupakan bagian dari visi besar pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

"Tujuan utama dari bantuan pangan ini adalah mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan, yang merupakan salah satu poin dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto demi mewujudkan kedaulatan pangan di Indonesia," pungkasnya. (her)